Showing posts with label Story Fiction. Show all posts
Showing posts with label Story Fiction. Show all posts

20 June 2015

Legacy - 06.4



(Image: deviantart.net)

---

Legacy © Fariz Azmi


Ini siang hari dan aku sekarang sudah berada di tengah-tengah kota Kyoto. Besar. Dan sangat sesak. Semua jenis player dengan berbagai job melee dan range berkumpul jadi satu di sini. Dari pemula hingga yang sudah mencapai level cap. Mungkin ini adalah satu-satunya tempat yang dapat menarik perhatian sebagian besar player untuk berkumpul dalam saat yang bersamaan.
Hiasan khas Jepang yang sangat kental dapat kulihat di sini, berbagai pernak-pernik yang tidak kuketahui namanya masih menjadi dekorasi di sini. Ini seperti Jepang ketika era peperangan dulu. Bentuk bangunan yang masih sangat tradisional, dengan NPCnya yang didesain sedemikian rupa hingga menyerupai penduduk asli di masa itu.

30 May 2015

Legacy - 06.3

(Image: etsystatic.com)

---

Legacy © Fariz Azmi

1 Agustus 2018
Perjuangan tidak ada yang mudah. Setidaknya itulah yang akan kulakukan nantinya. Misi penyamaran ini kuharap bisa berhasil dengan rencana sederhana yang kubuat beberapa hari lalu.

29 May 2015

Legacy - 06.2

(Image: hdwallpaperscool.com)

---

Legacy © Fariz Azmi

Beberapa jam berlalu dan kini sudah tengah malam. Aku beranjak pergi dari markas, menuju tempat di mana aku bisa mencari informasi yang kubutuhkan saat ini.
"Mau ke mana sih kita?" tanya Casey sembari mengikuti langkahku.
"Lo tau, markas lo terpencil banget. Kita udah hampir satu jam jalan tapi belum nemu kota." protesku mengalihkan pembicaraannya.
"Ah, tapi itu tempat yang strategis, butuh perjuangan beli tempat itu."
"Berapa emang?"
"Lo inget harga mount Wyvern warna hitam yang gue pengen dulu?"

26 May 2015

Legacy - 06.1

(Image: artstation.com)

---

Legacy © Fariz Azmi


28 Juli 2018
Memulai perang dunia ketiga—atau lebih tepatnya perang dunia maya pertama itu bukanlah hal yang sepele, kebenaran bahwa ketika HP-mu mencapai angka nol kau akan mati dan tidak lagi di ­respawn seperti game RPG pada umumnya itu menjadi kendala utama para player, dan kau juga akan merasakan ketakutan yang tidak normal. Karena singkatnya, perang di dunia maya ataupun dunia nyata itu sama saja.
Hanya perlu beberapa langkah lagi untuk mewujudkan perang itu, tapi pada dasarnya tanpa adanya Kaum Pemberontak pun atau yang bisa disebut dengan Uprising Force atau The Resistance, perang itu akan tetap berlangsung.

25 May 2015

Legacy - 05.5

(Image: wallpaperscraft.com)

---

Legacy © Fariz Azmi


Yang kutahu saat itu, kelompok kami gagal sesaat setelah aku kalah.
Tapi itu tidak penting lagi sekarang, mereka sudah berusaha dengan baik. Yang harus kulakukan sekarang hanya butuh lari dari mereka dan tidak membawa mereka ikut campur apa yang akan kulakukan setelah ini.
Rencanaku, aku akan menghilang dari mereka, ini juga bertepatan dengan giliran kami memasuki raid saat malam hari, jadi Avery memutuskan untuk kembali besok pagi. Dan aku mempunyai kesempatan untuk menghilang saat malam hari, saat mereka tertidur.

24 May 2015

Legacy - 05.4

(Image: desktopwallpapers4.me)

---

Legacy © Fariz Azmi
"Kembali!" perintah Avery seketika melihat boss di sebuah ruangan di dalam dungeon itu. Ini sudah tiga jam lebih kami berada di dalam dungeon. Bisa dibilang susah karena kami tidak mempunyai banyak informasi terhadap apa yang kami hadapi.
"Ada ap—“
"—shh!" Avery membungkam mulut Foxx dengan lengannya dibalik perisai yang ia pegang. Untung saja boss itu tidak menyadari keberadaan kami.
Ini adalah pertarungan penentuan untuk kami berlima. Fokusku semakin berhambur sekarang, susah kukumpulkan lagi.
"Cello!" ucap Avery pada Cello yang sekejap mata sudah menghilang, itu sebuah perintah untuknya.

Legacy - 05.3

(Image: framingpainting.com)

---

Legacy © Fariz Azmi


26 Juli 2018
"Hei hei, ayo kita segera ke sana, kita akan dipanggil!" Foxx menengok dari luar tenda, itu, setidaknya itulah pekerjaannya dari tadi pagi hingga menjelang sore ini, menunggu di depan tenda, dengan semangat seperti biasanya, wajahnya berseri ketika mendengar nomor urut kompetisi untuk party sudah cukup dekat, mungkin hanya tersisa sekitar kurang lebih tiga puluh.

22 May 2015

Legacy - 05.2

(Image: deviantart.net)

---

Legacy © Fariz Azmi


Kami berjalan tidak jauh dari sana, selain menghindari keramaian, ternyata pemandangan di sini tidak begitu buruk. Kyle berjalan di depanku, menuju sebuah batu yang cukup besar yang berada di ujung tebing, mendudukinya.
"Jadi, apa yang bisa kauceritakan tentang raid itu?" aku memulai pembicaraan tentang tujuanku kemari, aku tidak akan membuang waktuku untuk berbasa-basi dengannya.
"Tidak banyak." ucapnya. Seraya terlihat berpikir ia melihat langit yang hari ini cukup cerah.

Legacy - 05.1

(Image: comicvine.com)

---

Legacy © Fariz Azmi


25 Juli 2018.
Hari itu tidak cukup cerah untuk sebuah kompetisi, justru mendung dengan taburan salju yang cukup banyak dibandingkan hari sebelumnya. Pagi ini, kompetisi secara resmi dimulai. Dengan peserta yang cukup banyak, ada sekitar empat atau lima ribu gabungan party dan squad yang terdaftar. Itu berarti ada sekitar ratusan ribu player yang terdaftar.
Hingga siang berlalu, kami masih menunggu urutan nomor kami. Cukup lama melihat kondisi raidnya yang hanya bisa dimasuki oleh 400 kelompok secara bersamaan. Dan lainnya? Mereka harus menunggu. Dengan perkiraanku, kemungkinan akan memakan waktu sekitar dua atau tiga hari, atau mungkin satu minggu.

21 May 2015

Legacy - 04.3

(Image: neoseeker.com)

---

Legacy © Fariz Azmi


Tidak terlalu lama seperti yang kulihat. Aku hanya perlu mendengarkan pengarahan NPC yang seperti manusia sungguhan itu dan menyelesaikan registrasi. Dan memang, event ini terbagi menjadi dua divisi. Divisi party dan divisi squad. Dan jumlah party yang mengikuti event ini tidak terlalu banyak yang kubayangkan, kira-kira hanya seperempat jika dibandingkan dengan divisi squad.
"Hubungi Avery. Kita akan mendirikan tenda di sini." ucapku sesaat menemukan Foxx yang menungguku di gazebo tadi.
"Sudah!"

Legacy - 04.2

(Image: deviantart.net)

---

Legacy © Fariz Azmi


Lokasi pendaftarannya tidak seperti yang kami duga, dengan wilayah yang dikelilingi oleh hutan, dan juga para player-player lain yang tidak kukenal dengan tujuan sama dengan kami. Tempat ini justru terlihat menyenangkan. Terlebih dengan hewan-hewan non-monster yang kerap terlihat berkeliaran di sekitar sini.
"Oh iya." ucap Foxx yang terlihat seperti teringat akan sesuatu.
"Ada apa?" tanyaku.
"Kamu masih berhutang sesuatu padaku." dia memandangku dengan seksama.
"Berhutang apa?" aku bahkan lupa pernah berhutang sesuatu kepadanya.
"Cerita. Rainbow." jawabnya singkat dengan dua kata yang terpisah oleh titik.

Legacy - 04.1

(Image: www.richardsmithartist.co.nz)

---

Legacy © Fariz Azmi



23 Juli 2018.
Cukup susah juga membuat keputusan yang dibuat Avery sebelumnya untuk di rubah. Namun itu semua berbuah hasil ketika aku menantangnya untuk menyelesaikan sebuah raid. Taruhannya? Jika aku berhasil menyelesaikan raid itu dengan komandoku, Avery akan memperbolehkanku mendaftarkan party kita ke dalam kompetisi yang akan dimulai empat hari itu. Namun jika dengan komandoku kami gagal menyelesaikan raid itu, Avery akan tetap pada keputusannya sebelumnya.

Legacy - 03.3

(Image: coolvibe.com)

---

Legacy © Fariz Azmi



18 Juli 2018
Aku terbangun dari tidurku. Aku tidak bermimpi apapun semalam. Tidak biasanya aku tidak bermimpi seperti ini. Suara Foxx terdengar membahana di seisi rumah.
"Semuanya kemari!"
Dengan kata-katanya itu, aku langsung turun ke bawah dari kamarku, menuju sumber suara Foxx berasal, kukira dia sedang kesulitan.
"Lihat ini!" dia sudah berjongkok di teras rumah sambil memegang sesuatu saat aku tiba di sana. Lambaiannya membuatku mau tidak mau harus mendekatinya.

Legacy - 03.2

(Image: tinypic.com)

---

Legacy © Fariz Azmi


"Kita berada dalam zona mati!" suara itu menggema dalam sebuah dungeon yang sedang kujelajahi. Dan, zona mati yang dia katakan itu adalah, kita tidak bisa menggunakan map, item-item teleportasi instan ke kota terdekat, dan juga telepati. Itu tidak heran karena mengingat dungeon ini adalah dungeon baru -tidak baru seperti baru dibuka. Namun baru aku ketahui. Tidak banyak yang masuk dan berburu ke dalam dungeon ini karena mungkin levelnya cukup untuk membuatku mati konyol dengan berburu sendirian di sini. Aku hanya melihat-lihat di dalam sini. Aku kemudian berhenti sejenak. Memfokuskan pendengaranku kepada arah sumber suara.
"Mundur!" suara itu terdengar lagi, namun berbeda dengan suara yang tadi. Kelihatannya mereka berada dalam masalah. Mungkin mereka tidak sengaja bertemu mini boss atau sejenisnya. Setelahnya, aku mulai berjalan menuju suara itu. Suara-suara geraman monster juga tak jarang kudengar.

Legacy - 03.1

(Image: imgur.com)

---

Legacy © Fariz Azmi


17 Juli 2018.
Tiga puluh dua level dalam waktu empat bulan.
Aku benar-benar menekan hingga batas. Tidak banyak orang yang bisa melakukannya, kurasa. Aku sudah melakukan survei di hampir semua wilayah yang bisa kudatangi sendirian. Dan itu semua tidak mudah dilakukan.

Legacy - 02.5

(Image: parablevisions.com)

---

Legacy © Fariz Azmi


13 Februari 2018
Bangun.
Seolah dunia terbangun dengan keadaan kacau.
Semua orang panik.
Aku membuka mata. Hari sudah pagi. Suara. Aku bisa mendengar suara jerit dan tangis. Mereka semua juga mengalaminya. Seperti yang dia katakan. Yang mengaku dirinya sebagai Tuhan di dunia ini.
Aku bangun dari tempat tidurku yang sudah berantakan. Melangkah gontai menuju pintu depan.
Tak banyak yang bisa kusaksikan sekarang. Semua kegembiraan malam itu sirna begitu saja. Seperti ditelan bumi. Aku bingung. Tersesat. Hilang. Semua player berlarian ke sana kemari. Mencari perlindungan, mungkin. Aku tidak bisa berpikir dengan jernih. Pikiranku serasa diaduk-aduk.
Aku harus pergi dari sini.

20 May 2015

Legacy - 02.4


(Image: zoomwalls.com)

---

Legacy © Fariz Azmi

Aku membuka mata, sekelilingku hanya ada latar berwarna putih yang tak ada ujungnya. Aku tak tahu mengapa sekarang aku ada di sini. Seingatku aku tertidur di kasur penginapan.
"Kau mungkin bingung." tiba-tiba saja sebuah suara muncul entah dari mana. Aku menoleh ke sana kemari untuk mencari sumber suara. Tapi tidak ada apa-apa. Apakah ini sebuah visualisasi?
"Siapa kau?" Aku tetap waspada, mencari dan mencari asal suara tersebut. Tapi mustahil.

19 May 2015

Legacy - 02.3

(Image: images-blogger-opensocial.googleusercontent.com)

---

Legacy © Fariz Azmi


Tak jauh dari sungai, kami semua berkumpul. Merayakan sebuah kemenangan yang entah apa memang harus dirayakan seperti ini. Ini seperti merayakan kemerdekaan. Aku mengetahui level Pixie itu. Levelnya justru di bawahku, 57. Itu hal yang membuatku terkejut saat mengetahuinya. Dia hebat. Lebih hebat dariku dengan strateginya.

Legacy - 02.2

(Image: alphacoders.com)


---

Legacy © Fariz Azmi


Aku berbaring di atap sebuah penginapan yang aku sewa bersama Violet—tentunya, dua kamar. Sambil mendengarkan musik dari sebuah player melalui earphone yang kukenakan. Lagu-lagu klasik. Berpikir segala kemungkinan yang akan terjadi jika terjebak di dalam game seperti cerita klasik anime yang dulu pernah diputar di acara televisi. Ini semua terlalu mendadak. Setidaknya, biarkan aku menyelesaikan kuliahku dulu, huh?
Bagaimana jika semua ini menjadi kenyataanku? Hingga akhirnya tubuh fisikku sudah tidak kuat lagi dan aku akan mati. Begitu saja? Ah, banyak sekali hal yang ingin aku lakukan di luar sana.

Legacy - 02.1



(Image: deviantart.net)

---

Legacy © Fariz Azmi

12 Februari 2018.
"Oke, cukup untuk hari ini." sudah dua hari sejak aku meng-GB Violet. Aku masih heran kenapa kita belum bisa logout, padahal ini sudah lewat dua hari dan mereka belum membetulkan bug itu. Hanya saja, baru segilintiran player yang menyadari bug ini mencurigakan, hanya sebagian kecil termasuk aku.

Cari

Labels

Article (1) Cover (1) Final Fantasy IX (5) GameStory (1) How To (2) Jimmy (3) Kita dan Dia (1) Legacy (22) Lyric (28) Movie Review (2) Music (1) Novel (25) Poetry (2) Story Fiction (30) Tips (8) Tutorial (2)