26 May 2015

Legacy - 06.1




28 Juli 2018
Memulai perang dunia ketiga—atau lebih tepatnya perang dunia maya pertama itu bukanlah hal yang sepele, kebenaran bahwa ketika HP-mu mencapai angka nol kau akan mati dan tidak lagi di ­respawn seperti game RPG pada umumnya itu menjadi kendala utama para player, dan kau juga akan merasakan ketakutan yang tidak normal. Karena singkatnya, perang di dunia maya ataupun dunia nyata itu sama saja.
Hanya perlu beberapa langkah lagi untuk mewujudkan perang itu, tapi pada dasarnya tanpa adanya Kaum Pemberontak pun atau yang bisa disebut dengan Uprising Force atau The Resistance, perang itu akan tetap berlangsung.

25 May 2015

Legacy - 05.5




Yang kutahu saat itu, kelompok kami gagal sesaat setelah aku kalah.
Tapi itu tidak penting lagi sekarang, mereka sudah berusaha dengan baik. Yang harus kulakukan sekarang hanya butuh lari dari mereka dan tidak membawa mereka ikut campur apa yang akan kulakukan setelah ini.
Rencanaku, aku akan menghilang dari mereka, ini juga bertepatan dengan giliran kami memasuki raid saat malam hari, jadi Avery memutuskan untuk kembali besok pagi. Dan aku mempunyai kesempatan untuk menghilang saat malam hari, saat mereka tertidur.

24 May 2015

Legacy - 05.4


"Kembali!" perintah Avery seketika melihat boss di sebuah ruangan di dalam dungeon itu. Ini sudah tiga jam lebih kami berada di dalam dungeon. Bisa dibilang susah karena kami tidak mempunyai banyak informasi terhadap apa yang kami hadapi.
"Ada ap—“
"—shh!" Avery membungkam mulut Foxx dengan lengannya dibalik perisai yang ia pegang. Untung saja boss itu tidak menyadari keberadaan kami.
Ini adalah pertarungan penentuan untuk kami berlima. Fokusku semakin berhambur sekarang, susah kukumpulkan lagi.
"Cello!" ucap Avery pada Cello yang sekejap mata sudah menghilang, itu sebuah perintah untuknya.

Legacy - 05.3




26 Juli 2018
"Hei hei, ayo kita segera ke sana, kita akan dipanggil!" Foxx menengok dari luar tenda, itu, setidaknya itulah pekerjaannya dari tadi pagi hingga menjelang sore ini, menunggu di depan tenda, dengan semangat seperti biasanya, wajahnya berseri ketika mendengar nomor urut kompetisi untuk party sudah cukup dekat, mungkin hanya tersisa sekitar kurang lebih tiga puluh.

22 May 2015

Legacy - 05.2




Kami berjalan tidak jauh dari sana, selain menghindari keramaian, ternyata pemandangan di sini tidak begitu buruk. Kyle berjalan di depanku, menuju sebuah batu yang cukup besar yang berada di ujung tebing, mendudukinya.
"Jadi, apa yang bisa kauceritakan tentang raid itu?" aku memulai pembicaraan tentang tujuanku kemari, aku tidak akan membuang waktuku untuk berbasa-basi dengannya.
"Tidak banyak." ucapnya. Seraya terlihat berpikir ia melihat langit yang hari ini cukup cerah.

Legacy - 05.1




25 Juli 2018.
Hari itu tidak cukup cerah untuk sebuah kompetisi, justru mendung dengan taburan salju yang cukup banyak dibandingkan hari sebelumnya. Pagi ini, kompetisi secara resmi dimulai. Dengan peserta yang cukup banyak, ada sekitar empat atau lima ribu gabungan party dan squad yang terdaftar. Itu berarti ada sekitar ratusan ribu player yang terdaftar.
Hingga siang berlalu, kami masih menunggu urutan nomor kami. Cukup lama melihat kondisi raidnya yang hanya bisa dimasuki oleh 400 kelompok secara bersamaan. Dan lainnya? Mereka harus menunggu. Dengan perkiraanku, kemungkinan akan memakan waktu sekitar dua atau tiga hari, atau mungkin satu minggu.

21 May 2015

Legacy - 04.3




Tidak terlalu lama seperti yang kulihat. Aku hanya perlu mendengarkan pengarahan NPC yang seperti manusia sungguhan itu dan menyelesaikan registrasi. Dan memang, event ini terbagi menjadi dua divisi. Divisi party dan divisi squad. Dan jumlah party yang mengikuti event ini tidak terlalu banyak yang kubayangkan, kira-kira hanya seperempat jika dibandingkan dengan divisi squad.
"Hubungi Avery. Kita akan mendirikan tenda di sini." ucapku sesaat menemukan Foxx yang menungguku di gazebo tadi.
"Sudah!"

Legacy - 04.2




Lokasi pendaftarannya tidak seperti yang kami duga, dengan wilayah yang dikelilingi oleh hutan, dan juga para player-player lain yang tidak kukenal dengan tujuan sama dengan kami. Tempat ini justru terlihat menyenangkan. Terlebih dengan hewan-hewan non-monster yang kerap terlihat berkeliaran di sekitar sini.
"Oh iya." ucap Foxx yang terlihat seperti teringat akan sesuatu.
"Ada apa?" tanyaku.
"Kamu masih berhutang sesuatu padaku." dia memandangku dengan seksama.
"Berhutang apa?" aku bahkan lupa pernah berhutang sesuatu kepadanya.
"Cerita. Rainbow." jawabnya singkat dengan dua kata yang terpisah oleh titik.
Loading...